• Sun. Apr 14th, 2024

Berjiwa Sosialita, Pembantu Ini Nekat Rekayasa Perampokan

Byayroz.com

Nov 2, 2020

PRABUMULIH.REPSUS.COM—Sempat membuat geger masyarakat Prabumulih, akhirnya kasus perampokan dan penyekapan yang terjadi di Toko Zahwa Textil terkuak. Dari hasil penyelidikan yang penuh kejanggalan dan keterangan berbelit-belit diketahui hanya rekayasa.

Eti Susanti (30) yang merupakan pembantu sekaligus pengasuh anak majikannya, melakukan rekayasa dengan mengaku akan dibunuh sertai mulut, kakik, tangan dilakban oleh 2 perampok karena ingin mengambil uang majikannya. Pelaku warga Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur baru bekerja 1,5 bulan ini ternyata banyak terlilit hutang.

Setelah di intrograsi cukup lama dan pemeriksaan saksi dan TKP, Eti dihadapan penyidik Satreskrim Polres Prabumulih mengakui perbuatannya. Dirinya nekat berbuat konyol karena faktor ekonomi dan terlilit hutang. Menurut Eti aksi sinetronnya itu dilakukan ketika majikannya Lia Asmara pergi keluar beli susu. Lalu ia mengambil uang yang di simpan dalam laci meja kasir senilai kurang lebih Rp10 juta.

Setelah uang diambil, dirinya melakukan adegan mengambil lakban warna coklat untuk melakban mulut serta kedua kaki dan tangannya. Selanjutnya ia merebahkan badannya di lantai dekat dapur yang ada di lantai dasar toko tersebut. Tidak lama kemudian, Lia majikannya usai menjemput anaknya sekolah datang membuka pintu toko dan melihat Eti dalam keadaan terikat. Lia pun histeris dan berteriak meminta tolong.Teriakan Lia pun membuat heboh warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian.

“Ya pak itu hanya rekayasa bae. Aku terpaksa ngambil duet majikan karena terlilit hutang, apalagi butuh buat bayar anak sekolah dan makan sehari hari. Aku khilaf saat liat majikan aku nyimpen duet di laci. Makanya tiba-tiba ada kepikiran ngambil duet itu. Aku bener-bener nyesel,” ungkapnya, Kamis (20/2/2020) malam.

Menanggapi hal itu, Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudharmaya SH SIK MH melalui Kasatreskrim AKP Abdul Rahman SH mengatakan, dari hasil penyelidikan dan olah TKP dan pengakuan pelaku pihaknya telah curiga. Karena banyak sekali kejanggalan-kejanggalan dan keterangan yang berbelit-belit. Kecurigaan kita makin menguat setelah mendapati potongan lakban di dalam tong sampah serta sisa lakban yang disembunyikan di bawah kompor gas.

“Semalam setelah diperiksa pelaku mengakui hanya melakukan rekayasa perampokan. Eti itu sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan semalam langsung kita tahan. Terkait pemberitaan yang sudah heboh mau gimana lagi. Tapi Alhamdulilah kasus ini terbongkar,” pungkasnya. AYJ

Related Post